Mengenal Rajapolah, Pusat Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

Mengenal Rajapolah, Pusat Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

Rajapolah, pusat kerajinan kabupaten Tasikmalaya – Saat mendengar kata kerajinan tangan Tasikmalaya maka ingatan langsung tertuju pada Rajapolah. Berbagai macam kerajinan pun ditawarkan di sini seperti mendong, anyaman, payung geulis, dan masih banyak lagi lainnya. Bahkan banyak yang mengatakan Anda tidak dikatakan pergi ke Tasikmalaya jika belum mengunjungi Rajapolah ini.  Untuk membeli oleh-oleh Rajapolah ini bisa dijadikan rekomendasi karena Anda akan menemukan barang-barang yang tidak hanya unik namun juga sangat artistik yang mana bisa dijadikan sebagai kenang-kenangan yang berharga dan tidak akan pernah terlupakan.

Mengenal Rajapolah, Pusat Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya
Mengenal Rajapolah, Pusat Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

Rajapolah dari Segi Geografis

Rajapolah ini menjadi salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Lokasinya bisa ditempuh dengan jarak kurang lebih 30 menit menggunakan mobil dari pusat Tasikmalaya. Luas kecamatan ini sekitar 16,92 meter persegi dengan total penduduk kurang lebih 37.558 jiwa. Di Rajapolah sendiri ada 8 desa Manggungjaya, Tanjungpura, Sukaraja, Rajapolah, Dawagung, Menggungsari, Rajamandala, dan Sukanagalih. Yang paling menonjol adalah potensi di bidang industri dan juga perdagangan.

Awal Mula Kerajinan Rajapolah

Untuk bisa sampai seperti saat ini, tentu ada awal mulanya. Sentra kerajinan Rajapolah ini mulai ada di sekitar tahun 60-an dimana saat itu warga sekitar mulai memanfaatkan daun pandan untuk dijadikan anyaman. Daun pandan yang dulunya dianggap sebagai tanaman yang tidak berguna disulap menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis. Daun pandan yang telah dikeringkan kemudian dianyam menjadi berbagai macam bentuk kerajinan yang menarik. Dari sanalah permintaan akan barang anyaman semakin meningkat dan permintaan terus berdatangan. Seiring dengan banyaknya pesanan dan berdatangan pembeli, pada tahun 70-an satu persatu toko yang menjual aneka kerajinan anyaman tersebut muncul di sepanjang jalan nasional ruas Tasikmalaya-Bandung.

Selain memanfaatkan daun pandan, warga kala itu juga memanfaatkan mendong. Mendong sendiri adalah tumbuhan sejenis rumput yang banyak tumbuh di sekitar rawa-rawa. Sama dengan daun pandan, mendong tersebut dianggap sebagai tanaman tidak berguna. Kemudian tanaman tersebut dimanfaatkan menjadi barang kerajinan. Karena panjangnya bisa mencapai 1 meter mendong ini kemudian dikeringkan dan dianyam menjadi tikar dan berbagai macam kerajinan lainnya yang bernilai tinggi.

Rajapolah sebagai Penopang Perekonomian

Rajapolah, pusat kerajinan kabupaten Tasikmalaya ini menjadi penopang perekonomian berkat  kegiatan industri dan perdagangan yang ada di sini. Industri yang paling menonjol adalah industri rumah tangga seperti pembuatan kompor dan tentunya adalah kerajinan anyaman. Dua industri inilah yang mengangkat nama Rajapolah sebagai salah satu tempat yang paling terkenal di Tasikmalaya, selain itu Rajapolah juga dijadikan sebagai daerah wisata cenderamata anyaman sekaligus menjadi surganya dunia bagi para pemburu barang anyaman.

Artikel lain : Rekomendasi Konveksi Tas di Tasikmalaya Terpercaya 2019

Barang anyaman di Rajapolah ini banyak di ekspor sampai ke luar negeri. Sebagai pusat perekonomian di Tasikmalaya, tidak mengherankan jika di sini banyak sekali toko-toko yang menjual berbagai macam barang kerajinan berderet di sepanjang jalan dengan aktivitas jual beli yang padat terutama saat musim liburan. Kerajinan dengan jenis apapun ada di sini dari yang terkecil sampai dengan ukuran besar sekalipun sehingga bagi yang melewati sentra industri Rajapolah jangan lupa untuk menyempatkan diri mampir dan membeli.

Harga Barang Kerajinan Tangan

Rajapolah, pusat kerajinan kabupaten Tasikmalaya ini menawarkan harga kerajinan yang beragam mulai dari 5 ribu perak sampai dengan ratusan ribu rupiah. Untuk harga termurah ada aksesoris, sedangkan barang kerajinan dengan ukuran yang besar harganya akan lebih mahal karena proses pembuatannya lebih lama selain itu bahan baku yang diperlukan lebih banyak. Dibandingkan di perkotaan Tasikmalaya, harga kerajinan yang ditawarkan di Rajapolah ini jauh lebih murah dimana selisihnya mencapai ribuan sampai dengan puluhan ribu rupiah.

Demikianlah informasi menarik tentang Rajapolah, pusat kerajinan kabupaten Tasikmalaya, semoga informasi ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan terutama bagi yang ingin mengenal Rajapolah lebih jauh.